Aditif penghambat api bebas halogen untuk PVC dan PP Kelas Industri hidroksida magnesium dengan tingkat keputihan 92% berfungsi sebagai penghambat api bebas halogen yang ramah lingkungan, yang banyak digunakan dalam sistem polimer seperti PVC, PP, dan lainnya. Kinerja penghambat apinya berasal dari efek sinergis fisik dan kimia secara komprehensif, serta tidak menghasilkan asap halogen beracun selama pembakaran. Prinsip penghambatan api terperinci dijelaskan di bawah ini.
Pertama-tama, bahan ini memberikan efek pendinginan kuat melalui dekomposisi termal endotermik. Magnesium hidroksida mulai terurai pada suhu sekitar 340°C. Reaksi dekomposisi menyerap banyak panas dari zona pembakaran, sehingga menurunkan suhu substrat PVC dan PP. Hal ini memperlambat degradasi termal rantai molekul polimer dan mengurangi pelepasan zat volatil yang mudah terbakar, yang pada gilirannya memutus sumber bahan bakar untuk mempertahankan pembakaran.
Kedua, uap air yang dilepaskan berperan dalam pengenceran. Volume besar uap air yang dihasilkan dari dekomposisi mengencerkan gas pirolisis yang mudah terbakar dan oksigen di sekitar nyala api. Atmosfer uap air yang bersifat inert membatasi reaksi oksidasi berkelanjutan serta menekan penyebaran nyala api.
Ketiga, oksida Magnesium membentuk penghalang pelindung yang padat. Setelah dehidrasi, magnesium oksida yang dihasilkan menutupi permukaan polimer yang terbakar. Lapisan isolasi kompak ini menghalangi penetrasi panas eksternal ke dalam matriks internal. Lapisan ini juga mencegah gas retak mudah terbakar keluar dan memisahkan oksigen dari kontak dengan bahan dasar, sehingga memutus proses pembakaran lebih lanjut.
Selain itu, bahan ini memiliki kapasitas penekanan asap yang luar biasa. Lapisan magnesium oksida mampu mengadsorpsi partikel jelaga yang dihasilkan dari pembakaran polimer tidak sempurna, secara efektif mengurangi kepadatan asap. Dibandingkan dengan retardan api halogen konvensional, bahan ini menghasilkan karakteristik pembakaran berasap rendah dan tidak beracun.
Magnesium hidroksida dengan tingkat keputihan 92% ini biasanya menjalani perlakuan modifikasi permukaan guna meningkatkan kompatibilitasnya dengan PVC dan PP. Dispersi seragam di dalam matriks polimer memastikan penerapan stabil semua mekanisme penghambat api, sehingga menjadikannya aditif ideal untuk profil plastik, pipa, serta bahan kabel dan kawat.







































